M A K A L A H
PENGERTIAN, RUANG LINGKUP DAN TUJUAN
BIMBINGAN KONSELING
Disusun untuk memenuhi tugas
Mata Kuliah
|
: Organisasi BK di sekolah
|
Dosen Pengampu
|
: Musayyidi, SPd.i
|
Disusun oleh:
Mohammad
Efendi Pradana
13 034
020 192
Prodi: Bimbingan Dan Konseling
Fakultas : Ilmu Keguruan Dan Pendidikan
Fakultas : Ilmu Keguruan Dan Pendidikan
UNIVERSITAS
ISLAM JEMBER
2013/2014
DAFTAR
PUSTAKA
Djumhur,
I dan Muh, Surya. 1988. Bimbingan dan Penyuluhan. Bandung: CV. Ilmu
Priyatno
dan Erman Anti. 1999. Dasar-dasar Bimbingan dan Konseling. Jakarta: Rineka
Cipta
Winkel,WSK.
Bimbingan dan Konseling di Institusi Pendidikan. Jakarta: PT. Grasindo
Http:
//strategikuliahtanpamodal.com
KATA PENGANTAR
Puji syukur kami panjatkan
kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat dan karuniaNya sehingga tugas
ini dapat kami selesaikan dengan tepat waktu.
Tugas ini disusun dengan
tujuan untuk pemenuhan tugas pada mata kuliah Organisasi Bk Di Sekolah.
Dalam penyusunan tugas ini saya
banyak dibantu oleh artikel-artikel yang berhubungan dangan Pelayanan Bimbingan
dan Konseling. Untuk itulah kami berusaha agar tugas ini bisa terselesaikan
dengan sempurna meskipun sebenarnya masih ada banyak kekurangan disana-sini
yang ada pada tugas ini.
kami menyadari bahwa tugas
ini masih jauh dari sempurna, untuk itu saran yang membangun sangat kami
harapkan untuk memperbaiki tugas ini dan tugas-tugas yang akan datang.
Jember, Januari 2014
Penyusun
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR .........................................................................................................1
DAFTAR ISI ....................................................................................................................
2
BAB I . PENDAHULUAN
1.1 Latar belakang..................................................................................................3
1.2 Rumusan Masalah......................................................................................3
1.3 Tujuan....................................................................................................3
BAB II. PEMBAHASAN
2.1 Pengertian ..…………………......................................................................4
2.2 Ruang Lingkup Pelayanan Bimbingan dan Konseling…………….………….7
2.3 Tujuan Bimbingan dan Konseling………………………………….………..11
BAB III. PENUTUP
3.1Kesimpulan.......................................................................................................14
DAFTAR PUSTAKA
BAB I
PENDAHULUAN
1.1
Latar
Belakang
Dalam
kehidupan sehari-hari, seiring dengan penyelenggaraan pendidikan pada umumnya,
dan dalam hubungan saling pengaruh antara orang yang satu dengan yang lainnya,
peristiwa bimbingan setiap kali dapat terjadi, misalnya orang tua membimbing
anaknya.istilah bimbingan sering kali dikaitkan dengan konseling. Istilah
Bimbingan dan Konseling sering kita dengar dilingkungan Pendidikan. Karena
Bimbingan dan Konseling itu bisa dikatakan menjadi bagian dari suatu proses
dalam Pendidikan. Maka dalam makalah ini kami akan sedikit membahas tentang apa
itu Bimbingan dan Konseling, serta ruang lingkup dan tujuannya.
1.2
Rumusan
masalah
1.2.1
Apa Pengertian dari bimbingan dan
Konseling?
1.2.2
Dimana
Saja Ruang lingkup pelayanan bimbingan dan Konseling?
1.2.3
Apa
saja tujuan dari bimbingan Konseling?
1.3
Tujuan
1.
Guna Memenuhi tugas mata kuliah
Organisasi BK di sekolah.
2.
Agar mengetahui dan faham apa
pengertian dari Bimbingan dan konseling.
3.
Agar mengetahui dan faham ruang
lingkup pelayanan bimbingan Konseling.
4.
Agar mengetahui dan faham Tujuan
dari pelayanan bimbingan dan konseling.
5.
Sebagai bahan belajar.
BAB
II
PEMBAHASAN
I.
PENGERTIAN
A.
Pengertian Bimbingan
1.
Parson, dalam jones,1951
Bimbingan adalah bantuan yang diberikan
kepada individu untuk mempersiapkan individu guna memasuki suatu jabatan dan
menyiapkan individu agar mencapai kemajuan dalam jabatan.
2.
Dunsmoor dan miller, dalam Mc Daniel,1951
Bimbingan membantu individu untuk
memahami dan menggunakan secara luas kesempatan-kesempatan pendidikan
,jabatan,dan pribadi yang mereka miliki,atau dapat mereka kembangkan dan
sebagai satu bentuk bantuan yang sistematik melalui mahasiswa dibantu untuk
dapat meperoleh penyesuaian yang baik terhapap sekolah dan kehidupan.
3.
Chiskolm,dalam Mc Daniel,1959
Bimbingan membantu setiap individu
untuk memahami diri sendiri.
4.
Leverer, dalam Mc Daniel,1959
Bimbingan adalah bagian dari proses
pendidikan yang teratur dan sistematik guna membantu pertumbuhan anak muda atas
kekuatannya dalam menentukan dan mengarahkan kehidupannya sendiri pada akhirnya
ia dapat memperoleh pengalaman-pengalaman yang berguna yang dapat memberikan
sumbangan yang berarti bagi masyarakat.
5.
Smith,dalam McDaniel 1959
Bimbingan
adalah proses layanan yang diberikan kepada individu-individu guna membantu
mereka memperoleh pengetahuan dan ketrampilan-kerampilan yang diperlukan dalam
membuat pilihan-pilihan, rencana-rencana dan interpretasi-interpretasi yang
diperlukan untuk penyesuaian diri yang baik.
6.
Crow dan Crow
Bimbingan
adalah bantuan yang diperlukan seseorang, laki-laki atau perempuan yang
memiliki kepribadian yang memadai dan terlatih dengan baik kepada
individu-individu setiap usia untuk membantunya mengatur kegiatan hidupnya
sendiri,mengembangkan pandangan hidupnya sendiri membuat keputusan sendiri dan
menanggung bebannya sendiri.
7.
Tiederman , dalam Bernard dan Fullmer,19169
Bimbingan
membantu seseorang agar menjadi berguna,tidak sekedar mengikuti kegiatan yang
berguna.
8.
Mortensen dan Schmuller 1976
Bimbingan
dapat diartikan sebagai bagian dari keseluruhan pendidikan yang membantu
menyediakan kesempatan–kesempatan pribadi dan layanan staf ahli dengan
bagaimana setiap individu dapat mengembangkan kemampuan–kemampuan dan
kesanggupannya sepenuh-penuhnya sesuai dengan ide demokrasi.
9.
Bernard dan fullmer,1969
Bimbingan
merupakan segala kegiatan yang bertujuan meningkatkan realisasi pribadi setiap
individu.
10.
Mathewson, dalam Bernard dan fulmer,1969
Bimbingan
sebagai pendidikan dan perkembanagan yang menekankan proses belajar yang
sistematik.
11.
Jones, stffire dan setiwart,1970
Bimbingan
adalah bantuan yang diberikan kepada individu dalam membuat pilihan-pilihan dan
penyesuaian–penyesuaian yang bijaksana.Bantuan itu berdasarkan atas prinsip
demokrasi yang merupakan tugas dan hak setiap individu untuk memilih jalan
hidupnya sendiri sejauh tidak mencampuri hak orang lain.Kemampuan membuat
pilihan seperti itu tidak diturunkan (diwarisi),tetapi harus dikembangkan.
Berdasarkan pengertian–pengertian
diatas dapat disimpulkan yang dimaksud dengan bimbingan(guidance) adalah proses
pemberian bantuan yang dilakaukan oleh orang yag ahli kepada seseorang atau
beberapa orang individu,baik anak-anak,remaja,maupun dewasa,agar orang yag
dibimbing dapat mengembangkan kemampuan dirinya sendiri dan mandiridengan
memanfaatkan kekuatan individu dan sarana yang ada dan dapat dikembangkan
berdasarkan norma-norma yang berlaku.
B.
Pengertian Konseling
Istilah Konseling digunakan untuk
menggantikan istilah penyuluhan yang selama ini menyertai kata bimbingan, yaitu
kesatuan istilah bimbingan dan penyuluhan .Penyuluhan sama artinya dengan
konseling.
Secara etimologis istilah konseling
berasal daari bahasa latin ‘consilium’yang berarti dengan atau bersama yang
dirangkai dengan menerima atau memahami sedangkan dalam bahasa Anglo-saxon,
istilah konseling berasal dari sellan yang berarti menyerahkan atau
menyampaikan
Konseling
memilikiciri-ciri pokok yaitu:
1) Konseling melibatkan dua orang yang
saling berinteraksi dengan jalan mengadakan komunikasi langsung,mengemukakan
dan memperhatikan dengan seksama isi pembicaraan
,gerakan-gerakan,isyarat-isyarat,pandangan mata, dan gerakan-gerakan lain
dengan maksud untuk meningkatkan pemahaman kedua belah pihak yang terlibat
dalam interaksi itu.
2) Model interaksi didalam Konseling
itu terbatas pada dimensi verbal,yaitu Konselor dan klien saling berbicara.
Klien berbicara tentang pikiran–pikirannya,tentang perasaan-perasaannya,
tentang perilaku-perilakunyadan banyak lagi tentang dirinya.
Dipihak
lain,konselor mendengarkan dan menanggapi hal-hal yang dikemukakan klien dengan
maksud agar klien memberikan dan berbicara lagi lebih lanjut.keduanaya terlibat
dalam memikirkan, berbicara dan mengemukakan gagasan-gagasan yang akhirnya
bermuara pada teratasinya masalah yang dihadapi klien.
3) Interaksi antara konselor dan klien
berlangsung dalam waktu yang relatif lama dan terarah pada pencapaian tujuan.
4) tujuan dari hubungan Konseling ialah
terjadinya perubahan pada tingkah laku klien,perubahan kearah yang lebih
baik,Teratasinya masalah yang diatasi Klien.
5) Konseling merupakan proses yang
dinamis, dimana individu Klien dibantu untuk dapat mengembangkan
dirinya,mengembangkan kemampuan-kemampuanya dalam mengatasi masalah-masalah
yang sedang dihadapi.
6) konseling didasari atas penerimaan
konselor secara wajar tentang diri Klien yaitu atas dasar penghargaan terhadap
harkat dan martabat klien.
Dengan cirri-ciri pokok demikian itu
dapat dirumuskan bahwa dengan singkat pengertian Konseling yaitu: Konseling
adalah proses pemberian bantuan yang diberikan melalui wawancara Konseling oleh
seorang ahli(konselor)kepada individu yang sedang mengalami suatu
masalah(klien) yang bermuara pada teratasinya masalah yang dihadapi oleh klien.
Apakah
hubungan antara Bimbingan (Guidance) dan Penyuluhan (counseling) ?
Ada pihak-pihak yang berpendapat, bahwa
kedua pengertian tersebut adalah identik atau sama saja:artinya bahwa tidak
terdapat perbedaan yang fundamental antara guidance dan counseling.Disamping
itu ada pula yang berpendapat bahwa keduanya merupakan pengertian yang baik
dasar-dasarnya maupun cara kerjanya, setidak-tidaknya merupakan kegiatan yang
sejajar.Menurut pandangan ini counseling lebih identik dengan psikoterapi yaitu
usaha unuk menolong kesukaran dan ganguan psikis yang serius .Sedangkan
Guidance menurut pandangan ini dianggap dengan pendidikan.
Pandangan yang lain lagi ialah bahwa
guidance dan counseling merupakan kegiatan yang integral,keduanaya tidak dapat
dipisahkan. Oleh karma itu perkataan guidance selalu dirangkai dengan
counseling sebagai kata majemuk.Counseling merupakan salah satu teknik jenis
teknikpelayanan bimbingan diantara pelayanan-pelayananlainnya, dan sering
dikatakan sebagai inti dari keseluruhan pelayanan dalam bimbingan.
Pelayanan dengan counseling dimaksudkan
untuk memberikan bantuan kepada individu dalam memecahkan masalahnya secara
individual. James F.Adam menjelaskan bahwa “counseling adalah suatu pertalian
timbale balik antara dua orang individu dimana yang seorang (counselor)
membantu yang lai(counselee),supaya ia bisa lebih baik dalam memahami dirinya
dalam hubungannya dalam masalah-masalah hidup yang dihadapainya pada waktu itu
dan pada waktu yang akan dating”.
Dengan memperhaikan definisi seperti
itu diatas jelaslah bahwa bahwa counseling merupakan salah satuteknik pelayanan
dalam bimbingan secara keseluruhan,yaitu dengn memberikan bantuan secara
individual(face to face relationship).Guidance dan counseling memilikihubungan
yang sangat erat,perbedaannya terletak didalam tingkatannya.
Pandangan yang terakhir inilah yang
aling banya dianutdan diikiti didalam kegiatan-kegiatan praktik dan demikian
pulalah karangan ini mengikuti pandangan yang terakhir ini.
II.
RUANG LINGKUP PELAYANAN BIMBINGAN DAN KONSELING
1) Pelayanan Bimbingan dan Konseling di
Sekolah
a. Bidang kurukulum dan pengajaran
meliputi semua bentuk pengembangan kurikulum dan pelaksanaan pengajaran, yaitu
penyampaian dan pengembangan pengetahuan,ketrampilan ,sikap dan kemampuan
berkomunikasi peserta didik.
Pelayanan bimbingan dan konseling dapat
memberikan sumbangan yang berarti terhadap pengajaran.Misalnya proses belajar
mengajar dapat berjalan dengan efektif apabilasiswa terbbas dari masalah-masalh
yang menggangguproses belajarnya.Begitu pula sebaliknya.bidang kurikulum dan
pengajaran merupakan lahan yang sangat efektif bagi terlaksanakannya didalam
praktikmateri-materi layanan Bimbingan konseling. Pelaksanaan pengajaran yang sehat dan mantap baik
didalam isi maupun suasananya,akan memberikan sumbangan besar bagipencegahan
timbulnya masalah siswa dan juga merupkanwahana bagi pengetahuan
masalah-masalah siswa dan jauga merupakan wahana bagi pengetahauan masalah
–masalah siswa.pengajaran perbaikan dan pemberian materi pengayaan merupakan
bentuklayanan bimbingan yang dilaksanakan kegiatan pengajara.
b. Bidang Administrasi atau
Kepemimpinan,yaitu
Bidang yang meliputiberbagai fungsi
berkenaandengan tanggung jawab dan pengambilan kebijakasanaan,serta
bentuk-bentuk kegiatan pengolahan dan administrsiseola,seperti
perencanaan,pembiayaan pengadaan dan pengembangan staf,prasarana dan sarana
fisikdan pengawasan.
Terhadap administrasi dan
suprvisi,Bimbingan dan konseling melaluiberbagai kebijaksanaanyang tepat dalam
rangka penciptaan iklim sekolah yang benar-benar menunjang bagi pemenuhan
kebutuhandan perkembangan siswa,begitu pula sebaliknya bidang pengelolaan dan
Administrsi dapat memberikan sumbangan yang besarbagi pelayanan bimbingan dan
konseling elaluibebagai kebijaksanan dan pengaturan yang menghasilkan kondisi
yang memungkinkan berjalannya layanan itu secara optimal, sehingga segenap
fungsi-fungsidan jenis layanan serta kegiatan Bimbingan Konseling dapat
terlaksana dengan lancar dan mencapai sasaran.
c. Bidang Kesiswaan
Yiatu bidang yang meliputiberbagai
fungsi dan kegiatan yang mengacu padapelayanan kesiswaan secara individual agar
masing-masing peserta didik itu dapat berkembangsesuai dengan bakat,potensi dan
minat-minatnya,serta tahap-tahap perkembangannya.Bidang ini dikenal sebagai
bidang pelayanan Bimbingan Konseling.
2) Pelayanan Bimbingan Konseling di
Luar Sekolah
A. Bimbingan Konseling Keluarga
Palmo,Lowry,Weldon,danScioscia(1984)mengidentifikasi
perubahan-perubahan yang terjadisecara signifikan mempengaruhi struktur dan
kondisi keluarga,yaitu meningkatny perceraian,kedua orang tua
bekerja,pengangkatan anak,emansipasi pria-wanita dan kebebasan hubungan
seksual.selain itu meningkatnya kesadaran tentang anak-anakcacat,keadan
depresidan bunuh diri,kesulitab mencari pekerjaan dan ketidakmampuan ekonomi
menambah unsure-unsur yang mempengaruhi kehidupan keluarga.Unsur-unsur yang
tidak menguntungkan itu secara langsung ataupun tidak langsung membawa pengaruh
kepada anggota keluarga. Permasalahanyang yang ditimbulkan oleh pengaruh yang
tidak menguntungkan itumengundang berperannya bimbingan dan konseling didalam
keluarga.Segenap fungsi,jenis layanan dan kegiatan bimbingandan konseling pada
dasarnya dapat diterapkandengan memperhatikan kesesuannya dengan
masing-masingkarakteristik anggota keluarga yang memerlukan pelayanan itu.
B. Bimbingan dan Konseling Dalam
lingkungan yang lebih luas
Permasalahan yang dialamioleh warga
masyarakattidak hanay terjadi dilingkungan sekolah dan keluarga sajamelainkan yang
diluar keduanya.Warga masyarakat dilingkunganperusahaan
industri,kantor-kantor(baik pemerintah maupun swasta)dan lembaga-lembaga kerja
lainnya,organisasi kemasyarakatan lainnya bahkan dilembaga pemasyarakatan,rumah
jompo,rumah yatim piatuatau pantai asuhan,rumahsakitdan lain
sebagainya,seluruhnya tifak terhindar dari kemungkinan menghadapi masalah.oloh
karma itu disana diperlukan jasa Bimbingan konseling.
Pelayanan bimbingan dan konseling yang
menjangkau dearah kerja yang lebih luas itu perlu digerakkan oleh konseloryang
bersifat multi dimensional(Chiles dan Giken,1983)yaitu yang mampu bekerja sama
selain dengan guru,Administrator,dan orang tua,juga dengan berbagaikomponen dan
lembaga masyarakat secara lebih luas.Konselor seperti itu bekerja dengan masalah-masalah
personal,emosional,social,pendidikan dan pekerjaan yang kesemuanay itu
untukmencegah timbulnya masalah,pengetahuan masalah,dan menunjang perkembangan
individu anggota masyarakat.Konsep professional yang multidimensionalitu akan
lebih berperan sebagai pelatih dan supervisior,disamping penyelenggaraanlayanan
dan kegiatan “tradisional” Bimbingan dan Konseling ,bagi kaum muda dan anggota
masyarakat lainnya(Goldman, 1976)
Dalam lingkungan yang lebih luas
itu,Konselor akan berada di berbagai lingkungan,selain disekolah dan didalam
keluarga,juga ditempat-tempat yang sekarang agaknya belum terjangkau pekerjaan
profesionalbenar-benar memberikan ahli yang meberikan jasa berupa bantuan
kepada orang-orang yang sedang mengfungsikan dirinya pada tahap perkembangan
tertentu,membantu mereka mengambil manfaat yang sebesar-besrnya dari kondisi
dan apa yang sudah mereka miliki. Membantu mereka menangani hal-hal tertentu
agar lebih efektif, merencanakan tindak lanjutatas langkah-langkah yang telah
diambil, serta membantu lembaga ataupun organisasimelakukan perubahan agar
lebih efektif. Dalam melaksanakan peranannya yang lebih luas itu konselor
berada dimana-mana,dilembaga formal dan non formal, didesa-desa dan
dikota-kota,konselor bekerja sama dengan kelurga dan tokoh-tokoh
masyarakat,kepala desa dan camatdengan para pemimpin formaldan non formal
konselor dimasa depan bekerja disemua bidang kehidupan dan sumberdaya manusia
mebantu individu masyarakat dari berbagai umur,mencegahtimbulnya masalahdan
mengentaskan berbagai masalah yang dihadapi warga masyarakat dan menjadikan
tahap perkembangan yang mereka jalanai menjadi lebih optimal.
koselor yang bekerja diluar sekolah
dapat mengikatkan dir pada lembaga tertentu (misalnya perusahaan,kantor,dan
lain-lain),dapat bekerjasama dengan sejawat dalam suatu tim pelayanan Bimbingan
dan konseling dapat bekerja mandiri dan dapat pula menciptkan bentuk-bentuk
baru penjualan jasa Bimbingan dan Konseling di masyarakt.dimanapun konselor
bekerja dan apaun tugas-tugas khusus yang diselenggarakan konselor, namun
fungsi,prinsip,asas, jenis layanan dan kegiatan Bimbingan dan Konseling pada
dasarnya tetap sama.modifikasi dan penyesuaian disesuaikan bedasarkan
kekhususan yang ada pada sasaran layanan,lembaga dan tempat bekerja,tujuan dan
kondisiyang menyertai diperlukannya pelayanan Bimbingan dan Konseling itu.
III.
TUJUAN BIMBINGAN
Ada lima hal yang akan dicapai dengan
usaha bimbingan di sekolah,yaitu:
1. Untuk mengenal diri sendiri dan
lingkungan
Dengan adanya usaha
bimbingan,diharapkan siswa dapat mengenal dirinya sendiri dan lingkungan dimana
dia berada. Dalam arti, mengenal
kekuatan serta kelemahanyang ada pada
dirinya. Selanjutnya pengenalan diri sendiri diteruskan dengan pengenalan
lingkungan .Lingkungan dalam arti yang sangat umum, yaitu lingkungan keluarga ,
sekolah, pekerjaan, lingkungan masyarakat, dan sebagainya. Dengan mengenal diri
sendiri dan lingkungan itu, diharapkan mereka (siswa) dapat melihat hubungan
dan kemungkinan yang tersedia serta dapat memperkirakan apa yang dapat mereka
capai sesuai dengan diri mereka sendiri.
2. Untuk dapat menerima diri sendiri
dan lingkungan secara positif dan dinamis
Diharapkan siswa tidak saja mengenal
kekuatan yang mereka miliki dan mengenalkekuatan yang mereka miliki dan mengeal
lingkungan yang serba memberi kemungkinan-kemungkinan yang baik saja,tetapi
mereka juga harus mengenal kekurangan-kekurangan serta keterbatasan yang ada
pada diri mereka.Dengan mengenal kekurangan yang ada pada diri mereka, akhirnya
diharapkan agar mereka mampu menerima apa yang ada atau apa adanaya yang
terdapat pada diri mereka. Kemampuan untuk menerima apa yang ada pada diri
mereka ini termasuk salah satu dari tujuan kegiatan bimbingan disekolah.
3. Untuk dapat mengambil keputusan
sendiri tentang berbagai hal
Dengan terpenuhinya tujuan yang pertama
dan yang kedua,hendaknya siswa mampu memutuskan sendiri suatu tindakan yang
akan mereka lakukan sesuai keadaan yang ada pada diri mereka dan lingkungan
dimana mereka bereda.Misalnya pemilihan terhadap jurusan /sekolah yang akan
mereka masuki,pemilihan pekerjaan yang akan mereka tempati, dan sebagainya.
Kenyatan seseorang yang dapat menentukan sendiri sesuatu hal tanpa dipaksa oleh
orang lain,akan memberikan kepuasan tersendiri bagi dirinya sendiri.
4. Untuk dapat mengerahkan diri sendiri
Sejalan dengan tujuan yang
ketiga,kegiatan bimbingan juga bertujuan untuk mengerahkan siswa kepada
sesuatusesuai dengan bakat,minatdan kemampuan yang ada pda mereka.Namaun lebih
jauh lagi,bimbingan menginginkan agar pada akhirnya siswa mapu mengarahkan diri
mereka sendiri yang didasarkan pada keputusan yang mereka ambil sesuai dengan
apa yang ada pada diri mereka.
5. Perwujudan diri sendiri
Dengan pengenalan diri sendiri dan
lingkungan,dengan pengambilankeputusan sendiri dan dengan pengarahan
diri,akhirnya diharapakan siswa dapat mewujudkan(merealisasikan)dirinya
sendiri.
Sebagian orang atau siswa dalam
bertindak akan dipengaruhi oleh berbagai unsure(seperti paksaan
,imbalan,dansebagainya)sehingga kalau dianalisa secara mendalam ,tindakan yang
mereke lakukan itu dapat menggamabarkan siapa mereka sebenarnya. Oleh sebabitu
kegiatan bimbingan berusaha agar siwa dalam bertindak benar-benar menggambarkan
diri mereka yang sebenarnya.
Dari lima hal tujuan usaha bimbingan
disekolah diatas
Tujuan pelayanan bimbingan adalh supaya
sesame manusia mengatur kehidupan sendiri,,menjamain perkembangan dirinya
sendiri,seoptima mungkin,memikul tanggung jawabsepenuhnya atas arahhidupnya
sendiri,mengunakan kebebasan sebagai manusia secara dewasa dengan berpedoman
pada cita-cita yangmewujudkan semua potensi yang baik padanya.dan menyelesaikan
semua tugas yang dihadapi dalam kehidupan ini secara memuaskan.tujuan demikian
yang amat luas dalam ruang lingkupnya karna tidak terbatas pada bidang
kehidupan tertentu, seluruh medan hidup seseorang terjamgkau disini dan semua
medan kehidupan tercakup dalam bimbingan. Perkembangan kpribadian yang
seoptimal mungkin itulah yang menjadi tujuan pelayananbimbingan. Dalam rangka
mengembangkan dirinya sendiri orang harus mengenal dirinya sendiri, harus
mengenal lingkungan hidupnya, harus membangun cita-cita yang hendak dicapai,
harus menimbang beraneka dorongan motivasional yang terdapat dalam dirinya
sendiri,harus mempertimbangkan alternative-alternatif yang terbuka baginya
untuk mewujudkan cita-citanya,harus memperhitungkan kewajibannya terhadap
sesame manusia, harus merencanakan langkah-langkah yang dapat diambilnya untuk
mencapai suaru tujuan, harus mengadakan evaluasi atas dirinya sendiri dan arah
kehidupannya sendiri. Misalnya, seorang prria dewasa muda menghadapi banyak
tugas yang sekaligus menjadi tantangan baginya, bidang pekerjaan apa yang cocok
baginya dan memungkinkan untuk berdikari secara ekonomis serta kelak menjamin
kehidupan keluarganya?, Teman hidup dari jenis yang laindiharapkan mempunyai
sifat-sifat yang bagaimana? Tempat tinggalyang memungkinkan untuk membina
hubungan dengan seluruh anggota masyarakat, seperti didambakannya, sebaiknya
ditetapkan dimana? sumbangan apa yang dapat diberikannya pada umat setempatdari
aliran agama yang dianutnya?, bagaiman bentuk keseimbangan yang serasi antara
menunaikan tugas dan menikmati waktu luang ?, bagaimanasikapnya terhadap Tuhan
yang pernah akan minta pertanggungjawabannya atas tindakannyaa selama hidup?
Dan sebagainya.ini berarti bahwa semua pria dewasa muda itu kadang-kadang harus
memilih salah satu alternative bertindak diantara beberapa kemungkinan
bertindak.
BAB III
PENUTUP
I.
Kesimpulan
Bimbingan
adalah proses pemberian bantuan yang dilakukan oleh seorang ahli kepada
individu dengan menggunakan berbagai prosedur, cara dan bahan agar individu
tersebut mampu mandiri dalam memecahkan masalah-masalah yang dihadapi.
Sedangkan konseling merupakan proses pemberian bantuan yang didasarkan pada
prosedur wawancara konseling oleh seorang ahli (konselor) kepada individu
(klien) yang bermuara pada teratasinya masalah yang dihadapi klien.
Pelayanan
Bimbingan Konseling diselenggarakan di berbagai ruang lingkup kerja, disekolah
dan di luar sekolah. Di sekolah, pelayanan bimbingan dan konseling merupakan
bidang pelayana pokok di samping dua bidang pelayanan lainnya yaitu bidang
pelayanan kurikulum dan pengajaran serta bidang administrasi dan pengelolaan.
Di luar sekolah, pelayanan Bimbingan Konseling diselenggarakan di dalam
keluarga dan lembaga-lembaga serta bidang-bidang lain dalam masyarakat luas.
Dalam kaitan itu, konselor berada dimana-mana, bekerja sama dengan berbagai
pihak dan menawarkan jasa Bimbingan Konseling secara luas dalam masyarakat.
Untuk pelayanan yang berdimensi luas itu diperlukan konselor multidimensional.
Tujuan
pelayanan Bimbingan Konseling pada intinya ialah supaya orang yang dilayani
menjadi mampu mengatur kehidupannya sendiri, memiliki pandangannya sendiri dan
tidak sekedar mengikuti pendapat orang lain, mengambil sikap sendiri, dan
berani menanggung sendiri akibat dan konsekuensi dari tindakan-tindakannya.